Monday, October 5, 2015

Fakta dibalik PENGHENTIAN Film HEY , Arnold!!


Hampir setiap anak generasi 90-an pasti tahu kartun Nickelodeon "Hey Arnold". Acara ini bercerita tentang anak kecil dengan bentuk kepala yang aneh. Hal pertama yang kau ingat, keanehan dari kepala para karakternya. Kita akan kembali membahasnya nanti.

Aku ingin memberitahu sesuatu dulu. Acara ini bukanlah fiksi. Semuanya pernah terjadi. Itulah kenapa di acara tersebut banyak pelajaran hidup yang dapat kau ambil.

Arnold adalah anak laki-laki yang tinggal di sebuah kota 'fiksi'. Kota itu sebenarnya adalah New York. Daerah kumuh di New York, sudah jelas bahwa Arnold tinggal di kampung orang-orang minoritas. Ia hanya seorang yatim piatu malang yang tinggal dengan kakek neneknya, Gertie dan Phil. Well ia percaya ia adalah yatim piatu. Ia sebenarnya adalah anak dari orang yang ia ketahui sebagai kakek neneknya. Kakek neneknya memiliki gangguan mental dan memberitahu Arnold bahwa orangtua aslinya, yang usianya normal, mati dalam kecelakaan pesawat. Itu sama sekali tidak benar.

Karena Gertie dan Phil sudah tua saat mereka 'membuat' Arnold, ia lahir dengan beberapa keadaan. Salah satunya adalah hydrocephalus. Itulah kenapa kepalanya mempunyai bentuk yang aneh. Ada satu tipe hydrocephalus yang Arnold alami, kondisi tersebut disebut Arnold Chiari syndrome. Itulah alasan mengapa para pembuat kartun memanggilnya Arnold.

Gertie dan Phil sendiri mengalami gangguan mental. Hal ini terjadi karena usia mereka. Ini juga menjadi alasan mengapa Phil sering melakukan pelecehan seksual terhadap Arnold. Phil berkata kepada Arnold bahwa hal tersebut normal dilakukan oleh kakek nenek kepada cucunya.

Arnold sering diejek karena keanehan bentuk kepalnya. Ini adalah dimana kondisi Arnold yang lain muncul. Karena usia tua Gertie dan Phil, Arnold mengalami beberapa kondisi psikologi. Ini yang membuatnya melihat sesuatu yang seharusnya tidak ada. Karena ia sering di bully, ia kabur ke dunia imajinasi, dengan teman-teman khayalan. Itulah alasan mengapa karakter yang lainnya juga memiliki bentuk kepala yang aneh juga. Itu membuatnya merasa ia normal, dan tidak ada yang mengucilkannya karena kepalanya. Itu juga menjadi alasan mengapa Arnold percaya bahwa orangtuanya adalah kakek neneknya, dan bahwa orangtua kandungnya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Kondisinya ini membuatnya percaya bahwa ini adalah nyata.

Tetapi kenyataan dibalik serial ini lebih buruk. Ini benar-benar terjadi. Serial ini bercerita tentang anak laki-laki miskin yang tinggal di New York. Ini semua berdasarkan kejadian nyata. Ketika pembuat kartun ini tersesat di New York, ia secara tidak sengaja pergi ke daerah kumuh. Saat itu sudah larut, jadi ia memutuskan untuk menginap di sebuah hotel. Kemudian ia melihat anak laki-laki berusia 9 tahun, anak dari dua orang yang terlalu tua untuk memiliki anak. Ia melihat anak tersebut memiliki gangguan mental dan ia percaya pada semua hal yang ia buat. Pembuat kartun tersebut memutuskan untuk berbicara dengan anak laki-laki tersebut. Ia merasa sangat kasihan kepada nak itu ketika ia tahu bahwa ia hanya memiliki teman khayalan dan ia bisa mati jika tidak mendapatkan perawatan medik secepatnya. Ia merasa bahwa ia harus melakukan sesuatu. Jadi ia bertanya pada anak itu apakah ia dapat menceritakan kisahnya, dan ia memastikan bahwa hidup anak tersebut akan menjadi lebih baik.

Tetapi ia tidak menepati janjinya. Ia seharusnya membuat program cerita sedih. Ia hanya mengambil keuntungan dari cerita tersebut. Semua kesengsaraan tersebut menjadi program anak yang sukses. Ia menjadi kaya dan tidak peduli terhadap kesusahan anak tersebut.

Ia tidak memberitahu siapapun tentang bagaimana ia mendapatkan ide tersebut. Ia tahu bahwa jika kebenarannya terungkap akan menjadi akhir baginya. Tidak ada yang akan mensuport program yang dibuat oleh seseorang yang menjadi kaya karena kesengsaraan orang lain. Rahasia itu terjaga selama beberapa tahun. Tetapi ketika semuanya terungkap oleh salah satu orang penting di Nickelodeon, acara tersebut langsung dihentikan.

Jadi sekarang kau tahu semuanya. Darimana ide itu muncul, apa yang terjadi dan mengapa dihentikan. Anak itu mungkin sudah meninggal sekarang, kita tidak bisa membantunya lagi. Tapi tolonglah, pastikan tidak ada lagi yang mengambil keuntungan dari kesengsaraan orang lain. Kita bisa membantu semua anak-anak malang di daerah terpencil itu, tetapi tidak dengan membuat program tentang mereka.



No comments:

Post a Comment