Pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo
menegaskan tidak akan berpindah tim meski jelang balapan penentuan gelar
juara dunia musim ini di MotoGP Valencia kerap mendapatkan intimidasi
melalui pernyataan Valentino Rossi.
Persaingan dua pembalap
Movistar Yamaha itu semakin meruncing beberapa waktu lalu. Penyebabnya,
Rossi merasa Lorenzo mendapatkan bantuan dari pembalap Repsol Honda,
Marc Marquez dalam beberapa balapan sebelumnya.
Hal itu tentu
saja merugikan The Doctor --julukan Rossi-- dalam perburuan gelar juara.
Puncaknya terjadi ketika dia menendang Marquez di MotoGP Malaysia
sehingga menyebabkan hukuman penalti start di grid terakhir di Sirkuit
Ricardo Tomo lalu.
"Saya sudah menegaskan itu, dan saya akan
mengulanginya lagi. Impian saya adalah mengakhiri karier dengan Yamaha,"
tegas Lorenzo seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.
"Apa
yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini tidak harus
mengganggu gelar juara saya," imbuh pria berusia 28 tahun tersebut.
Gelar
juara MotoGP untuk ketiga kalinya bagi pembalap asal Spanyol mesti
diraih dengan berbagai kritik dari publik. Meski begitu, dia enggan
minder, karena merasa yakin telah menjalani musim dengan baik.
Pencapaian
ini sekaligus menandakan dia bisa menyamai beberapa pembalap
legendaris, yang sebagian merupakan idolanya sejak masih kanak-kanak.
"Benar-benar
luar biasa. Tiga gelar, sama seperti (Wayne) Rainer, (Kenny) Roberts,
atau seperti (Ayrton) Senna di Formula 1. Itu adalah perasaan yang luar
biasa," ungkap Lorenzo.
Showing posts with label rossi. Show all posts
Showing posts with label rossi. Show all posts
Tuesday, November 10, 2015
Lorenzo Tetap Setia Meski Sempat Diintimidasi Rossi
Label:
Gelar juara MotoGP,
lorenso,
MotoGP Valencia,
motor gp,
rossi,
The Doctor,
Yamaha
Saturday, November 7, 2015
Rossi Cemas Tak Bisa Kejar Rival di MotoGP Valencia
Situasi sulit tengah dihadapi oleh pembalap Movistar-Yamaha, Valentino Rossi. Di tengah ambisinya meraih gelar juara MotoGP 2015, Rossi harus menerima kenyataan untuk start dari grid paling belakang di seri pamungkas, Minggu 8 November 2015 nanti.
Rossi mendapat hukuman start dari grid paling belakang di MotoGP
Valencia, akhir pekan nanti. Hukuman ini dijatuhkan menyusul insiden
tendangannya ke motor Marc Marquez di MotoGP Malaysia. Jadi, hasil apa
pun di sesi kualifikasi tak akan berpengaruh pada Rossi.
Kondisi ini ternyata tak berpengaruh bagi Rossi. The Doctor kemungkinan besar akan tampil di sesi kualifikasi.
Bukan untuk mencari posisi start, melainkan digunakan sebagai sesi
latihan. "Saya pikir akan turun di kualifikasi seperti biasanya karena
sangat sulit di latihan bebas kedua menciptakan banyak putaran. Mungkin,
kualifikasi nanti akan jadi simulasi balapan karena sangat padat," kata
Rossi seperti dilansir Crash.
Start dari posisi belakang membuat Rossi khawatir tak akan bisa
bersaing dengan rival-rivalnya macam Jorge Lorenzo, Marquez, dan Dani
Pedrosa, di MotoGP Valencia.
Rossi khawatir bakal finis di belakang mereka dan gagal meraih
gelar juara MotoGP 2015. Kekhawatiran Rossi didasari atas karakter rumit
dari sirkuit Ricardo Tormo.
"Semua bergantung pada kecepatan saya. Jika saya oke dan kami
bekerja dengan baik pada racikan mesin, bisa lebih ringan bebannya,"
terang Rossi.
"Tapi, Valencia adalah tempat yang sulit untuk memperbaiki posisi.
Tikungannya tajam dan trek lurusnya juga tak terlalu banyak. Kami tak
bisa berada di kecepatan tertinggi. Jadi, kami perlu memahami beberapa
poin untuk menyalip. Sistem pengereman di tikungan juga jadi kunci,"
lanjutnya.
Label:
gp,
Marc Marquez,
MotoGP Valencia,
motorGP,
rossi,
valentino risso
Subscribe to:
Posts (Atom)

