Showing posts with label teroris. Show all posts
Showing posts with label teroris. Show all posts

Wednesday, November 25, 2015

Indonesia Menjadi Target ISIS?






















Indonesia disebutkan menjadi target ISIS selanjutnya. Informasi ini didapat setelah kelompok peretas jaringan komputer Anonymous menerbitkan pernyataan yang mengatakan bahwa rencana serangan yang selanjutnya akan menimpa berbagai tempat.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, pernyataan ini diungkap oleh OpParisIntel, yang merupakan subkelompok dari Anonymous. Dalam skemanya, disinyalir ISIS akan melakukan penyerangan selanjutnya terhadap Amerika Serikat, Italia, Libanon dan Indonesia, demikian laporan Anonymous.

Selain itu, sumber lain yang dikutip dari International Business Times mengatakan, hacktivis dunia maya yang menamakan dirinya sebagai OpParisIntel ini mengklaim telah menemukan informasi soal rencana serangan ISIS yang “kemungkinan terjadi” sepekan setelah tragedi Paris yang memakan korban lebih dari 130 jiwa.

Dalam pernyataan yang dirilis aktivis Anonymous dan diberitakan oleh media internasional, serangan yang dilaporkan bakal dilakukan ISIS untuk menargetkan “Al-Jihad, One Day One Juz (Indonesia).” Namun, saat itu pernyataan tersebut tidak menyebut secara pasti apa yang dimaksud dengan “Al-Jihad” dan “One Day One Juz,” begitu juga dengan lokasinya.

ACARA SUDAH SELESAI

Dari dalam negeri, kantor sebuah berita melaporkan, sebuah acara bertajuk One Day One Juz telah berlangsung di Masjid Al-Jihad, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu, 22 November 2015, tepatnya dari pukul 07.30 sampai 12.00 WIB. Acara yang dihadiri sekitar 600 orang ini, pun demikian telah selesai dilaksanakan. Kelancaran acara juga tak luput dari kawalan petugas kepolisian.

Kabar buruknya, selain Indonesia, Anonymous juga mengklaim ISIS akan menyerang perhelatan WWE Survivor Series di Philips Arena di Atlanta, konser Five Finger Death Punch di Milan, University Pastoral Day di Lebanon, dan perayaan Kristus di sejumlah gereja Katolik seluruh dunia.

Anonymous merilis rencana ISIS tersebut lengkap dengan sebuah pernyataan yang berisi, “Tujuan kami adalah untuk memastikan seluruh dunia, atau setidaknya orang-orang yang hendak pergi ke tempat-tempat tersebut agar tahu ada ancaman dan kemungkinan serangan ISIS terjadi. Tujuan lainnya adalah agar ISIS sadar bahwa dunia sudah tahu dan segera membatalkan rencana serangan mereka.”

International Business Times melaporkan, pihak FBI di Amerika Serikat, menanggapi ancaman terhadap acara WWE Survivor Series dengan sangat serius.

Berita sebelumnya, Anonymous menyatakan telah memblokir 900 akun yang berhubungan dengan simpatisan ISIS. Serangan siber terhadap ISIS dinilai penting oleh Anonymous sebab selama ini ISIS memanfaatkan media sosial seperti Twitter sebagai alat propaganda dan perekrutan anggota.

Meski mudah bagi pihak ISIS untuk menciptakan akun Twitter baru, tentunya butuh waktu panjang untuk menggaet banyak pengikut atau follower dan menguatkan pesan kepada mereka.

Soal kendala yang dialami peretas Anonim ini, mereka mengibaratkan hal ini bagaikan sebuah lomba. Jika informasi ISIS tidak segera dibocorkan ke publik, akankah insiden Paris terulang kembali di tempat yang lain?

Tuesday, November 24, 2015

Ronaldo Temui Bocah yang Kehilangan Orangtua karena Bom






















Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, kembali menunjukkan sisi humanisnya. Dia dilaporkan akan menemui bocah kecil, yang kehilangan orangtua akibat serangan bom bunuh diri di Beirut, Lebanon, pada 12 November 2015 yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Dilansir dari Sports Mole, Senin, 23 November, bocah bernama Haidar dan orangtuanya, tinggal di pusat pengungsian Bourj el Barajneh. Ada sekurangnya 28.000 pengungsi di lokasi, di mana pelaku serangan meledakkan bom.

Haidar bersama mendiang ibu dan ayahnya.

Mengetahui bahwa Haidar merupakan pengagum penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, reporter asal Lebanon, Rana Harbi, kemudian menghubungi Los Blancos. Rana bertanya apakah Ronaldo bersedia menemui Haidar.

Respons klub raksasa Spanyol itu ternyata sangat baik. Manajemen Real Madrid segera mengatakan bahwa pemenang 3 trofi Ballon d'Or itu akan sangat senang bertemu dengan bocah malang, yang kini hidup tanpa orangtua itu.

Haidar dikunjungi rekan-rekannya di rumah sakit.

Serangan di Beirut terjadi pada waktu hampir bersamaan, dengan serangan di Paris yang menewaskan 129 orang. Namun, seperti peristiwa di luar Eropa lain, tidak banyak media internasional yang memberikan perhatian.

Friday, November 20, 2015

Disangka Teroris, Pemain Roma Berdarah Batak Digrebek Polisi






















Pengalaman tidak menyenangkan dialami pemain internasional Belgia berdarah Batak, Radja Nainggolan. Dia digrebek polisi karena diduga merupakan salah satu anggota teroris.

Seperti dilansir 101greatgoals, Kamis 19 November 2015, peristiwa naas tersebut terjadi pada Selasa malam kemarin. Ketika Nainggolan sedang menginap di hotel Radisson, Antwerp. 

Seorang pengunjung hotel menelepon kantor kepolisian karena menduga Nainggolan anggota teroris. Aparat kepolisian langsung dengan sigap merespon laporan ini dengan menggrebek kamar tempat Nainggolan menginap.

Beruntung ketika bertatap muka, para petugas kepolisian itu mengenali wajah Nainggolan sebagai pesepakbola profesional. Mereka selanjutnya memanfaatkan momen ini dengan melakukan selfie dengan pemain AS Roma itu. 

"Jelas, saya memiliki tampilan yang menakutkan. Tapi  untungnya polisi langsung mengenali saya," kata pemain berusia 27 tahun itu yang langsung kembali ke Italia pada Rabu kemarin untuk memperkuat AS Roma.

Cerita ini menggambatkan betapa publik Belgia masih dalam suasana ketakutan pasca aksi teroris di Paris, Prancis, pekan lalu. Di mana salah satu pelakukanya diketahui merupakan warga Belgia.

Tuesday, November 17, 2015

ISIS ciptaan Amerika????



taruhan online – judi online – freebet

IBOSPORT.COM - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali membuat teror pada Jumat pekan lalu. Kali ini giliran Prancis yang menjadi sasaran mereka.

Teror yang terjadi di Prancis terdiri dari tujuh serangan ditujuh tempat berbeda. Serangan paling parah terjadi di Gedung Konser Bataclan yang dipenuhi lebih dari 1.000 anak muda.

ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror tersebut. Klaim ISIS dibenarkan Presiden Francois Hollande yang segera menggelar jumpa pers di Istana Elycee pada Sabtu pagi waktu setempat.

"Kejahatan keji tadi malam dilakukan oleh pasukan jihadis ISIS untuk melawan Prancis," ujarnya seperti dilansir AFP , sabtu (14/11)

"Kejahatan ini dirancang dan dikendalikan dari luar negeri," imbuh Hollande. Presiden Prancis mengatakan akan melawan organisasi manapun yang berani menyerang Tanah Air mereka.

Prancis terlibat operasi militer Koalisi Barat menggempur markas militan di Suriah sejak akhir September lalu. Jet-jet tempur Negeri Anggur menyasar gudang logistik ISIS di wilayah utara.
ISIS memang tengah hangat dibicarakan. Namun, banyak pertanyaan bermunculan, siapakah sebenarnya ISIS? Apa yang mereka inginkan?

Banyak spekulasi mengatakan ISIS buatan Amerika Serikat. Seperti yang ditulis dalam situs globalresearch.ca yang mengatakan kelompok teror ini buatan Negeri Paman Sam.

Disebutkan ISIS dirancang sebagai instrumen teror untuk menaklukkan negara-negara kaya minyak Timur Tengah. Selain itu, ISIS juga disebut-sebut diciptakan untuk melawan pengaruh Iran yang tumbuh di wilayah dataran pasir tersebut.

Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat dinyatakan yang pertama kali bersekutu dengan ekstremis Islam selama era Perang Dingin AS dan Uni Soviet. AS melihat kala itu dunia bisa mereka kuasai dengan menaklukkan Uni Soviet dan menjadikan mereka alat.

"AS telah lama menggunakan terorisme dalam politiknya. Pada 1970-an, CIA menggunakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sebagai penghalang, baik untuk menggagalkan ekspansi Soviet dan mencegah penyebaran ideologi Marxis. 

Bahkan Amerika juga secara terbuka mendukung Sarekat Islam menjatuhkan Bung Karno di Indonesia. Mereka juga mendukung kelompok teror di Pakistan, serta mereka juga yang menciptakan Al Qaidah.


Dalam situs ini dituliskan AS menggunakan ISIS dalam tiga cara. :

1. untuk menyerang musuh di Timur Tengah. 
2.  untuk melayani sebagai dalih intervensi AS di luar negeri.
3.  digunakan untuk mengancam Tanah Air mereka sendiri, yaitu membenarkan ekspansi yang belum pernah terjadi di wilayah Suriah.

ISIS ditugaskan untuk menjaga Suriah, dan menahan pengaruh Iran masuk ke negara itu. Bagi mereka, terorisme merupakan alasan untuk membenarkan pengawasan massa dan sebagai persiapan untuk pemberontakan di masa mendatang.

Beberapa bukti yang mengarah pada kebenaran Negeri Adi Daya ada dibalik ISIS yaitu dengan adanya tulisan US di tenda kemah militan kelompok teror tersebut. Dalam video latihan para jihadis yang dibuat CNN, terlihat jelas ada tulisan 'US' di tenda kemah tersebut.

Bukti ini semakin mengarah pada adanya AS dibalik ISIS. Mungkin AS menyokong para militan ini sehingga mereka tidak takut berbuat teror.

Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton juga sempat mengakui ISIS merupakan buatan negara yang dia harapkan dipimpinnya. Pengakuan Hillary disampaikan Pemimpin Tertinggi Iram Ayatollah Ali Khamenei , dalam situsnya.

Beberapa orang Amerika telah mengaku dalam memoarnya sendiri (termasuk memoar Hillary Clinton) bahwa mereka telah memainkan peran dalam menciptakan, mengembangkan dan membangun Daesh dan hari ini juga, mereka mendukungnya, kata Khamenei dalam situs resminya. Daesh adalah istilah Arab untuk menyebut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Rumor pengakuan Hillary Clinton soal ISIS itu menyebar di sejumlah media negara-negara Arab. Dikatakan pengakuan Hillary itu dikutip dari isi buku memoar Hillary "Hard Choices".

Dalam kutipan yang sebenarnya sama sekali tidak terdapat dalam buku memoar itu, disebutkan Amerika menciptakan ISIS sebagai respon atas pergantian kepemimpinan di Mesir yang diambil alih militer ketika mengkudeta Presiden dari kelompok Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mursi , pada 2013.

Meski begitu banyak juga orang yang tidak percaya Hillary benar-benar mengatakan demikian dalam bukunya. 

Ada dugaan munculnya memoar Hillary dalam kutipan pidato Khamenei di situs itu karena dimasukkan oleh seorang editor situs itu.


Kelompok ini berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan melawan ISIS.





















Kelompok hacker terkenal, Anonymous, mendeklarasikan perang terhadap kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Deklarasi ini disampaikan Anonymous usai terjadi serangan di Paris, Prancis.

Melalui postingan di Youtube, kelompok ini mengatakan akan mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk menyatukan seluruh kekuatan hingga ISIS menyerah.

Seorang pria bertopeng khas anonymous berbicara melalui rekaman video yang beredar sejak Minggu, 15 November 2015. Pria tersebut berbicara menggunakan bahasa Prancis. Ia mengecam, juga mengancam ISIS.

“Anonymous dari seluruh dunia akan memburu anda,” katanya seperti dikutip dari Mirror, Senin, 16 November 2015.

“Kami akan meluncurkan operasi terbesar yang pernah kami lakukan, untuk melawan anda. Kami akan melakukan serangan cyber besar-besaran. Perang sudah dideklarasikan. Bersiaplah,” lanjutnya.

“Orang-orang Prancis lebih kuat dari anda dan mereka akan keluar dari kekejaman ini, bahkan lebih kuat,” katanya menegaskan.

Postingan kelompok Anonymous ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, kelompok ini pun pernah menyerukan ancaman terhadap ISIS. Waktu itu, ancaman disampaikan setelah terjadi serangan di kantor majalah Charlie Hebdo di Prancis pada bulan Januari lalu.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang teradi di Paris, Prancis pada Jumat malam, 13 November 2015, sekira pukul 21.00 waktu setempat.
Otoritas Prancis menyatakan dalam aksi serangan itu, sebanyak delapan pelaku diketahui beraksi menembak dan melakukan serangan bom bunuh diri. Akibat serangan tersebut, 129 orang tewas dan lebih dari 400 orang kini dirawat di rumah sakit, 42 diantaranya berada dalam kondisi kritis.

Jet Perancis Gempur ISIS di Suriah





















 Paska serangan ledakan bom bunuh diri dan tembakan di enam titik di Paris, Prancis Jumat lalu, Prancis untuk pertama kali menggencarkan serangan bom menggunakan jet tempur mereka ke wilayah kekuasaan kelompok ISIS di Suriah, Raqqa.

Di mana serangan itu, merupakan jawaban atas pengakuan kelompok militan ISIS yang mengaku sebagai penanggung jawab atas serangan yang menewaskan 129 orang dan lebih dari 300 orang luka-luka.

Kementerian Pertahanan Prancis mengungkapkan, serangan udara kemarin, Minggu, 15 November 2015, sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 adalah pesawat pembom yang menjatuhkan 20 bom.

“Target pertama adalah pos komando yang digunakan oleh ISIS, pusat perekrutan dan senjata serta amunisi depot. Kedua adalah kamp pelatihan teroris,” tulis pernyataan dari Kementerian Pertahanan, seperti dikutip Aljazeera, Senin, 16 November 2015.

Sementara itu, aktivis anti ISIS dalam cuitan di twitternya mengatakan, bahwa serangan udara yang digencarkan Prancis juga memukul stadion, museum, klinik, rumah sakit, peternakan ayam dan bangunan pemerintah setempat.

Kelompok itu juga menyatakan, air dan listrik pun mati akibat serangan itu. Namun, mereka mengaku setidaknya 30 serangan udara jatuh di Raqqa. Namun, menurut Aljazeera, tak ada korban yang jatuh akibat ledakan tersebut.

Enam titik di Paris dan Prancis, Jumat malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat diguncang oleh serangan tembakan dan ledakan bunuh diri. Enam titik itu adalah di Gedung konser Bataclan, Restoran Le Pitet Cambodge, Bar Le Carillon, Bar La Belle Equipe, dan area sekitar Stadium Utama Stade de France.

Bocoran Target Negara Incaran ISIS Usai Tragedi Paris






















Tragedi Paris tak dipungkiri kembali mengangkat pamor kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Maklum, ISIS dituding sebagai otak di balik serangan berdarah di ibu kota Prancis tersebut. 

Namun, rupanya ISIS tak hanya menargetkan Prancis. Menurut Menteri Luar Negeri Irak, Ebrahim al-Jafari, kelompok militan ISIS juga menargetkan beberapa negara yang dianggap musuh sebagai sasaran terornya.

"Informasi yang berhasil dikantongi sumber-sumber intelijen Irak sebelum serangan Paris beberapa negara juga menjadi target dan kebanyakan negara Eropa termasuk Prancis. Begitu juga dengan Amerika Serikat dan Iran," kata Ebrahim seperti dilansir Radio Zamaneh.

Negara-negara tersebut menjadi target ISIS karena dianggap telah punya andil besar terhadap serangan besar-besaran di beberapa kantong kekuatan ISIS. 

Tragedi Paris terjadi pada Jumat malam, 13 November 2015, di mana pelaku telah melancarkan aksinya di enam lokasi berbeda di Paris. Korban meninggal mencapai lebih dari 120 orang dan ratusan orang luka-luka. 

Sunday, November 15, 2015

Polisi Prancis berhasil mengidentifikasi tiga pelaku bom bunuh diri.





















Polisi Prancis berhasil mengidentifikasi tiga pelaku bom bunuh diri dari delapan orang. Polisi juga menemukan paspor Suriah dan Mesir dari tubuh dua pelaku. 
Polisi setempat terus mencari bukti-bukti yang akurat dalam mendalami kasus serangan berdarah yang terjadi Jumat, 13 November 2015 lalu.
Salah satu pelaku yang berhasil diidentifikasi pihak berwajib adalah warga negara Prancis. Negara ini menyebutnya ekstremis. 
Seperti dilansir dari Daily Mail, tiga orang pelaku bunuh diri di luar Stadion Stade de France, dua di antaranya diduga masih sangat muda. Diduga usia mereka sekitar 15 tahun. 
Sementara itu, satu pelaku lain yang ditemukan paspor Suriah di tubuhnya, diperkirakan berusia 25 tahun. 
Menurut laporan harian Prancis, El Figaro penyidik menemukan bukti baru berupa rekaman dua teroris yang berkomunikasi dengan Bahasa Prancis.
Delapan teroris yang menyerang Paris tewas, tujuh di antaranya melakukan bom bunuh diri, dan satu lainnya terkena tembakan polisi. 

Ini Kronologi Teror Paris





















Tragedi penembakan dan ledakan terjadi di Paris, Prancis, Jumat malam, 13 November 2015, waktu setempat. Dilaporkan, ratusan orang tewas dalam insiden yang terjadi di dekat pusat kesenian Bataclan. 

Lokasi kejadian tepatnya di Stadium State de France, Gedung Konser Bataclan, Rue Bichat, Av. de la Republique, Bd. Voltaire, Rue Charonne, Bld Beaumarchais

Berikut kronologi insiden tersebut, seperti dikutip dari lamanTelegraph, Sabtu 14 November 2015.

21:09
Seorang pria tak dikenal melakukan tembakan di sebuah restoran dan menyebabkan sejumlah oang tewas dan luka-luka. Diketahui pelaku menggunakan senapan Kalashbikov. Polisi mulai melakukan penjagaan.

21:42
Polisi gabungan melaporkan korban tewas sebanyak 20 orang, tetapi tidak diketahui apakah serangan masih berlanjut atau tidak. Ada dua ledakan bom bunuh diri di luar stadium utama State de France, di mana tim sepakbola Prancis sedang bertanding melawan tim Jerman, beberapa orang ditemukan tewas.

21:48
Saksi mata mengatakan, orang-orang bersenjata menyandera belasan orang di gedung konser Bataclan (serangan tembakan kedua). Gedung konser berdekatan dengan kantor Charlie Hebdo, yang dulu pernah diserang oleh kelompok militan.

22.29
Seorang pria bersenjata berteriak, “Ini untuk Suriah, Allahu akbar.”

23:02
Presiden Hollande mengumumkan melalui televisi dan radio bahwa keadaan darurat untuk Prancis akan segera dideklarasikan. “Prancis harus kuat melawan terorisme. Penyerang berada di Paris, ini mengkhawatirkan. Kami mengerahkan seluruh tenaga keamanan, pertemuan Kabinet akan dilakukan, militer sudah dikerahkan,” kata Presiden Hollande.

23:35
“Tiga orang bersenjata dan mengenakan jaket antipeluru mulai melakukan penembakan di tengah-tengah konser di gedung Bataclan. Ada sekitar 1.000 orang di sana, saya melihat seorang gadis tertembak tepat di depan saya,” kata seorang saksi yang berhasil melarikan diri.

23:55
Dua pelaku dilaporkan tewas oleh perlawanan polisi gabungan di Bataclan.

00:35
140 korban dinyatakan tewas. Lebih dari 100 korban tewas atas penembakan di Bataclan dan 40 lainnya di lokasi berbeda di sekitar Prancis. Tiga pelaku berhasil ditembak oleh polisi di lokasi kejadian.

Ditemukan Ini di Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri Tragedi Paris




























Polisi Prancis terus menyelidiki dan mencari banyak bukti terkait insiden tragedi Paris yang mengguncang ibu kota Prancis tersebut pada Jumat malam lalu.
Pelaku menyerang beberapa titik di kota mode dunia itu dengan meledakkan bom dan melakukan penembakan. Lebih dari 150 orang menjadi korban tragedi berdarah tersebut.
Menurut kaporan, dari delapan orang pelaku bom bunuh diri, salah satu pelaku telah berhasil diidentifikasi identitasnya. Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan sidik jari.

Pelaku diidentifikasi sebagai orang Prancis. Ia melakukan aksinya di Bataclan. Prancis menyebutnya sebagai ekstremis.
Sementara itu, seperti dilaporkan media Prancis, polisi juga menemukan paspor Suriah di pelaku bom bunuh diri. Pelaku ini melakukan aksi bom bunuh diri di luar Stadion Stade de France.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan paspor Mesir dari pelaku lainnya yang juga menyerang stadion tersebut.
Sejauh ini, tiga orang sudah berhasil diidentifikasi. Dua orang dengan paspor Suriah dan Mesir, sementara satunya adalah orang Prancis.
Seperti dilansir dari Daily Mail, pemilik paspor Suriah diyakini pemiliknya berusia 25 tahun. Namun, belum diketahui apakah paspor Surih itu sudah otentik, atau hanya paspor palsu yang membanjiri Eropa karena krisis pengungsi.

Sunday, November 1, 2015

ISIS Diduga Jatuhkan Pesawat Sipil Rusia Berpenumpang 224 Orang





















Petugas SAR menggambarkan sebuah adegan tragis saat mereka menemukan lebih dari 100 mayat, termasuk anak-anak di lokasi kecelakaan sebuah pesawat Airbus A321 milik Rusia di Mesir.
Para petugas itu telah mencapai reruntuhan pesawat sipil yang jatuh di tengah Sinai dengan membawa 224 penumpang dan awak.
Petugas di tempat kejadian mengatakan, pesawat itu benar-benar hancur dan tidak mungkin ada satu pun yang selamat.
Militan Negara Islam atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab menjatuhkan pesawat jet itu.
Terror Monitor, sebuah organisasi pemantau teroris online, men-tweet sebuah gambar dari pernyataan berbahasa Arab, "#IslamicStat (#ISIS) Kelompok teror mengklaim menjatuhkan peawat Rusia di #Sinai".
Ada pernyataan dalam bahasa Arab yang belum diverifikasi mengatakan bahwa kecelakaan itu bukan kesalahan teknis, seperti dilansir dari sumber-sumber keamanan.
"Para pejuang Negara Islam mampu jatuhkan sebuah pesawat Rusia di atas Provinsi Sinai yang membawa lebih dari 220 tentara salib Rusia," kata pernyataan itu. "Mereka semua tewas, terima kasih kepada Allah."
Seorang pekerja penyelamat mengatakan kepada Reuters lebih dari 100 mayat telah ditemukan. Setidaknya lima anak ditemukan sudah tewas. 17 anak-anak berada di dalam pesawat tersebut.
Airbus A321 dioperasikan oleh maskapai penerbangan Rusia Kogalymavia dan membawa 217 penumpang dan tujuh awak.
Pesawat berangkat dari Sharm al-Sheikh yang berada di kawasan Laut Merah sebelum pukul 06:00 pagi waktu setempat. Kota tersebut merupakan resor pupuler untuk destinasi para wisatawan Rusia.
Kementrian Rusia menerbitkan daftar nama penumpang, mulai usia seorang bayi perempuan berusia 10 bulan hingga perempuan berusia 77 tahun. 217 penumpang itu termasuk 138 perempuan, 62 laki-laki dan 17 anak-anak.
Pesawat jatuh di kawasan gurun setelah hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara, tak lama setelah lepas landas. Seorang pejabat senior mengatakan pesawat tersebut berada di ketinggian 30 ribu kaki saat komunikasi hilang.